Masyarakat yang bermukim diwilayah
kabupaten Kolaka bagian utara sejak tahun 1960-an sebenarnya telah berupaya
menghadirkan kabupaten baru sejalan perubahan sistem politik dengan pembentukan
kabupaten dan provinsi. Kebijakan pemerintah pusat menetapkan kalau wilayah
bagian utara kabupaten Kolaka yang juga dikenal dengan nama “Patowanua”
(artinya 4 wilayah yang dipersatukan, yakni; wonua Lewawo, wonua Lato, wonua
Watunohu, serta wonua Kodeoha)” masuk dalam wilayah Kabupaten Kolaka.
Kabupaten baru yang dicita-citakan
itu akhirnya terwujud pada 18 desember 2003 dengan lahirnya Undang-Undang No 29
tahun 2003 yang ditanda tangani oleh presiden Republik Indonesia kala itu,
Megawati Soekarno Putri. Semua elemen masyarakat menyambut gembira pembentukan
kabupaten baru itu. Sesaat setelah Undang-Undang 29/23 yang mengatur tentang
pembentukan Kabupaten Bombana, Kabupaten Wakatobi, dan Kabupaten Kolaka Utara
di provinsi Sulawesi Tenggara ditanda tangani presiden, masyarakat Kolaka Utara
menyambutnya dengan haru penuh kegembiraan. Sambutan itu juga dating dari warga
Kolaka Utara yang berdomisili diluar daerah.
Impian masyarakat yang berjuang
menghadirkan hadirnya sebuah kabupaten baru telah terwujud. Daerah baru yang
membawa harapan dan cita-cita baru bagi banyak kalangan. Warga Kolaka Utara
yang berkarir diluar daerah pun satu persatu terpanggil kembali kedaerahnya
untuk membangun dan mengembangkanya.
Mereka-mereka itu merupakn sumber
daya manusia berkualitas dengan pengetahuan dan keterampilan yang sudah teruji.
Berasal dari ragam provesi yang sarat pengalam didaerah kerja yang lama. Mereka
dating dari Kolaka, Kendari,Wajo, Luwu, Luwu Utara, Makassar, dan tempat lain.
Daya tarik ekonomi dan potensi sumber daya alam Kabupaten baru ini tentu
menjadi pemikat. Para pelaku ekonomi beramai-ramai dating berkunjung dan
melihat peluang usaha yang dapat dirintis, guna mengambil bagian� dalam upaya mempercepat pertumbuhan
dan Pembangunan di Kabupaten Kolaka Utara.
Generasi baru Kolaka Utara juga
memilih “pulang kampong” untuk turut mengabdi membangun kampung halamanya.
Terutama meraka yang sudah menyelesaikan pendidikan tingginya di Kolaka,
Kendari, Makassar, Palu, dan kota-kota lain di tanah air. Sarjana dengan
beragam disiplin ilmu menjadi salah satu kekuatan daerah ini untuk berkompetisi
dimasa akan datang.
Generasi baru ini segera mengisi
posisi dalam pemerintahan, jasa dan usaha lainya. Bertekad menjadikan kabupaten
kolaka utara mampu berpacu mengsejajarkan diri dengan kabupaten yang eksis
lebih dulu.
Untuk memperlancar proses
pemerintahan di kabupaten yang baru berdiri ini, Gubernur sultra Ali Mazi, SH
melantik pelaksana tugas Bupati Kolaka utara pertama dr. H Ansar Sangka Mm pada
21 januari 2004 di Kolaka. Momen ini menjadi tonggak sejarah baru bagi
masyarakat. Sebab dengan begitu, daerah ini akan mengelolah sumber daya alam
dan sumber daya manusianya secara mandiri guna kesejahteraan masyarakat. Tugas
Ansar Sangka cukup berat,mempersiapkan struktur dan mekanisme pemerintahan
daerah, menyelenggarakan pemerintahan daerah, juga mempersiapkan dan
memfasilitasi pemilihan bupati defenitif. Karena periode ini merupakan masa
transisi pemerintahan. Sebuah fase antara masa pejabat sementara menuju bupati
defenitif.
PEMEKARAN
DAN PESTA DEMOKRASI PEMELIHAN BUPATI PERTAMA
Ketika masa tugas Ansar Sangka Usai,
iapun digantti oleh Drs H Kamaruddin MBA sebagai pelaksana tugas Bupati Kolaka
Utara yang kedua. Dilantik pada 24 januari 2005 oleh gubernur SULTRA Ali Mazi.
Setahun menjalankan tugasnya, H. Kamaruddin diganti oleh Drs Djaliman Mady MM,
selaku pelaksana tugas bupati kolaka utara yang ke tiga.
Dalam masa ini, aktifitas Djaliman
Mady cukup sibuk. Karenah mesti mereangkap sebagai pelaksana tugas sekeretaris
provinsi Sulawesi Tenggara serta asisten II SekProv SULTRA. Namun kesibukan
tugasnya sebagai pejabat provinsi tak mengurangi aktifitasnya melaksanakan
tugas di tingkat kabupaten.
Setelah Djaliman Mady bertugas,
gubernur SULTRA Ali Mazi melantik Drs. Andi Kaharuddin menjadi pelaksana tugas
Bupati Kolaka Utara yang keempat. Dalam masa tugasnya itu, birokrat ini harus
mempersiapkan dan memfasilitasi proses terpilihnya bupati defenitif lewat
pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) secar langsung untuk
pertama kali.
Setelah segala persiapan dianggap
matang, pesta politik dikabupaten Kolaka Utara pun digelar pada 29 september
2005 dan diikuti oleh 6 pasangan calon bupati dan wakil bupati. Keenam pasangan
calon tersebut, yakni; Rusda Mahmud dan Hj. ST Suhariah Muin Sag yang diusung
oleh PNBK, dr. H. Ansar Sangka MM dan H. Abbas SE yang diusung oleh PKS dan
partai Pelopor. Drs Bustam AS dan Sapruddin SE yang diusung PDK, PDIP, PIB
partai merdeka, PSI, dan PNUI. Ir. Muh Hakku Wahab dan Jr Zakaria MSi yang
diusung Oleh PAN. drg Sutan H, MM dan Drs. Syamsyul Ridjal yang diusung oleh
partai Golkar serta Drs H Syarifuddin Rantegau MSi dan DR Ilham Labbase SE Msi
yang diusung oleh PBR, PKPI, PKB, PKPB, PNI Marhaenisme , PPDI, PSD, PPD dan
partai Patriot Pancasila.
Hasil Perolehan suara dalam Pilkada
ini akhirnya menempatka Rusda-Suhariah diurutan pertama denga 12.774 suara atau
meraih 23, 98% Suara. Urutan 2 diraih Ansar-Abbas dengan 11.070 suara atau 20,
78%. Diurutan ketiga Bustam-Sparuddin denga 9.926 suara atau 18,62 % menempati
urutan keempat Hakku-Zakaria dengan 8.911 suara atau 16,73 %. Sutan-Syamsyul
dengan 5.477 suara atau 10,28 % pada urutan 5. Serta syarifuddin-Ilham dengan
5.115 suara atau 9,60 5 diurutan 6.
Karena 6 pasangan ini tidak ada yang
meraih suara mencapai 25%, maka sesuai keputusan KPU Kabupaten Kolaka utara
pada tanggal 15 April 2007 dilaksanakan Pilkada putaran kedua yang diikuti oleh
pasangan calon yang berada pada urutan pertam dan kedua perolehan suara
tertinggi, yakni; Rusda-Suhariah, dan Ansar-Abbas.
Proses pemilihan dilakukan dengan
suhu politik yang hangat dan meningkat. Sebab masyarakat sepertinya paham kalau
Pilkada merupakan pertarungan meraih simpati dan dukungan dari rakyat pemilih
untuk menentukan kepala daerah dan wakil kepala dearah mereka untuk pertama
kali yang akan bertugas selama 5 tahun.
Dalam pilkada putaran kedua,
pasangan calon Rusda-Suharia meraih suara terbanyak dengan 38.304 suara atau
59,53 % disusul pasangan Ansar-Abbas dengan 26.242 suara atau 40,47 %. Dengan
hasil itu, pesta demokrasi rakyat Kolaka Utara ini akhirnya mengukuhkan Rusda
Mahmud dan Hj. ST Suhariah Muin SAg yang diusun oleh PNBK sebagai bupati dan
wakil Bupati Pertama yang memetintah secara defenitif.
Kepala daerah dan wakil kepala
daerah yang bertugas pada periode 2007/2012 inipun dilantik pada 19 juni 2007
oleh pelaksana tugas gubernur sultra Drs H. yusran Silondae MSi di ibu kota Kabupaten
Kolaka Utara Lasusua
SEJARAH SINGKAT PEMEKARAN KABUPATEN KOLAKA UTARA
SEJARAH SINGKAT PEMEKARAN KABUPATEN KOLAKA UTARA
