SEJARAH SINGKAT PEMEKARAN KABUPATEN KOLAKA UTARA - PENYEBAR BERITA

MEDIA INFORMASI INDONESIA

SPACE IKLAN

test banner

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 21 November 2013

SEJARAH SINGKAT PEMEKARAN KABUPATEN KOLAKA UTARA


Masyarakat yang bermukim diwilayah kabupaten Kolaka bagian utara sejak tahun 1960-an sebenarnya telah berupaya menghadirkan kabupaten baru sejalan perubahan sistem politik dengan pembentukan kabupaten dan provinsi. Kebijakan pemerintah pusat menetapkan kalau wilayah bagian utara kabupaten Kolaka yang juga dikenal dengan nama “Patowanua” (artinya 4 wilayah yang dipersatukan, yakni; wonua Lewawo, wonua Lato, wonua Watunohu, serta wonua Kodeoha)” masuk dalam wilayah Kabupaten Kolaka.
Kabupaten baru yang dicita-citakan itu akhirnya terwujud pada 18 desember 2003 dengan lahirnya Undang-Undang No 29 tahun 2003 yang ditanda tangani oleh presiden Republik Indonesia kala itu, Megawati Soekarno Putri. Semua elemen masyarakat menyambut gembira pembentukan kabupaten baru itu. Sesaat setelah Undang-Undang 29/23 yang mengatur tentang pembentukan Kabupaten Bombana, Kabupaten Wakatobi, dan Kabupaten Kolaka Utara di provinsi Sulawesi Tenggara ditanda tangani presiden, masyarakat Kolaka Utara menyambutnya dengan haru penuh kegembiraan. Sambutan itu juga dating dari warga Kolaka Utara yang berdomisili diluar daerah.
Impian masyarakat yang berjuang menghadirkan hadirnya sebuah kabupaten baru telah terwujud. Daerah baru yang membawa harapan dan cita-cita baru bagi banyak kalangan. Warga Kolaka Utara yang berkarir diluar daerah pun satu persatu terpanggil kembali kedaerahnya untuk membangun dan mengembangkanya.
Mereka-mereka itu merupakn sumber daya manusia berkualitas dengan pengetahuan dan keterampilan yang sudah teruji. Berasal dari ragam provesi yang sarat pengalam didaerah kerja yang lama. Mereka dating dari Kolaka, Kendari,Wajo, Luwu, Luwu Utara, Makassar, dan tempat lain. Daya tarik ekonomi dan potensi sumber daya alam Kabupaten baru ini tentu menjadi pemikat. Para pelaku ekonomi beramai-ramai dating berkunjung dan melihat peluang usaha yang dapat dirintis, guna mengambil bagian dalam upaya mempercepat pertumbuhan dan Pembangunan di Kabupaten Kolaka Utara.
Generasi baru Kolaka Utara juga memilih “pulang kampong” untuk turut mengabdi membangun kampung halamanya. Terutama meraka yang sudah menyelesaikan pendidikan tingginya di Kolaka, Kendari, Makassar, Palu, dan kota-kota lain di tanah air. Sarjana dengan beragam disiplin ilmu menjadi salah satu kekuatan daerah ini untuk berkompetisi dimasa akan datang.
Generasi baru ini segera mengisi posisi dalam pemerintahan, jasa dan usaha lainya. Bertekad menjadikan kabupaten kolaka utara mampu berpacu mengsejajarkan diri dengan kabupaten yang eksis lebih dulu.
Untuk memperlancar proses pemerintahan di kabupaten yang baru berdiri ini, Gubernur sultra Ali Mazi, SH melantik pelaksana tugas Bupati Kolaka utara pertama dr. H Ansar Sangka Mm pada 21 januari 2004 di Kolaka. Momen ini menjadi tonggak sejarah baru bagi masyarakat. Sebab dengan begitu, daerah ini akan mengelolah sumber daya alam dan sumber daya manusianya secara mandiri guna kesejahteraan masyarakat. Tugas Ansar Sangka cukup berat,mempersiapkan struktur dan mekanisme pemerintahan daerah, menyelenggarakan pemerintahan daerah, juga mempersiapkan dan memfasilitasi pemilihan bupati defenitif. Karena periode ini merupakan masa transisi pemerintahan. Sebuah fase antara masa pejabat sementara menuju bupati defenitif.
PEMEKARAN DAN PESTA DEMOKRASI PEMELIHAN BUPATI PERTAMA
Ketika masa tugas Ansar Sangka Usai, iapun digantti oleh Drs H Kamaruddin MBA sebagai pelaksana tugas Bupati Kolaka Utara yang kedua. Dilantik pada 24 januari 2005 oleh gubernur SULTRA Ali Mazi. Setahun menjalankan tugasnya, H. Kamaruddin diganti oleh Drs Djaliman Mady MM, selaku pelaksana tugas bupati kolaka utara yang ke tiga.
Dalam masa ini, aktifitas Djaliman Mady cukup sibuk. Karenah mesti mereangkap sebagai pelaksana tugas sekeretaris provinsi Sulawesi Tenggara serta asisten II SekProv SULTRA. Namun kesibukan tugasnya sebagai pejabat provinsi tak mengurangi aktifitasnya melaksanakan tugas di tingkat kabupaten.
Setelah Djaliman Mady bertugas, gubernur SULTRA Ali Mazi melantik Drs. Andi Kaharuddin menjadi pelaksana tugas Bupati Kolaka Utara yang keempat. Dalam masa tugasnya itu, birokrat ini harus mempersiapkan dan memfasilitasi proses terpilihnya bupati defenitif lewat pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) secar langsung untuk pertama kali.
Setelah segala persiapan dianggap matang, pesta politik dikabupaten Kolaka Utara pun digelar pada 29 september 2005 dan diikuti oleh 6 pasangan calon bupati dan wakil bupati. Keenam pasangan calon tersebut, yakni; Rusda Mahmud dan Hj. ST Suhariah Muin Sag yang diusung oleh PNBK, dr. H. Ansar Sangka MM dan H. Abbas SE yang diusung oleh PKS dan partai Pelopor. Drs Bustam AS dan Sapruddin SE yang diusung PDK, PDIP, PIB partai merdeka, PSI, dan PNUI. Ir. Muh Hakku Wahab dan Jr Zakaria MSi yang diusung Oleh PAN. drg Sutan H, MM dan Drs. Syamsyul Ridjal yang diusung oleh partai Golkar serta Drs H Syarifuddin Rantegau MSi dan DR Ilham Labbase SE Msi yang diusung oleh PBR, PKPI, PKB, PKPB, PNI Marhaenisme , PPDI, PSD, PPD dan partai Patriot Pancasila.
Hasil Perolehan suara dalam Pilkada ini akhirnya menempatka Rusda-Suhariah diurutan pertama denga 12.774 suara atau meraih 23, 98% Suara. Urutan 2 diraih Ansar-Abbas dengan 11.070 suara atau 20, 78%. Diurutan ketiga Bustam-Sparuddin denga 9.926 suara atau 18,62 % menempati urutan keempat Hakku-Zakaria dengan 8.911 suara atau 16,73 %. Sutan-Syamsyul dengan 5.477 suara atau 10,28 % pada urutan 5. Serta syarifuddin-Ilham dengan 5.115 suara atau 9,60 5 diurutan 6.
Karena 6 pasangan ini tidak ada yang meraih suara mencapai 25%, maka sesuai keputusan KPU Kabupaten Kolaka utara pada tanggal 15 April 2007 dilaksanakan Pilkada putaran kedua yang diikuti oleh pasangan calon yang berada pada urutan pertam dan kedua perolehan suara tertinggi, yakni; Rusda-Suhariah, dan Ansar-Abbas.
Proses pemilihan dilakukan dengan suhu politik yang hangat dan meningkat. Sebab masyarakat sepertinya paham kalau Pilkada merupakan pertarungan meraih simpati dan dukungan dari rakyat pemilih untuk menentukan kepala daerah dan wakil kepala dearah mereka untuk pertama kali yang akan bertugas selama 5 tahun.
Dalam pilkada putaran kedua, pasangan calon Rusda-Suharia meraih suara terbanyak dengan 38.304 suara atau 59,53 % disusul pasangan Ansar-Abbas dengan 26.242 suara atau 40,47 %. Dengan hasil itu, pesta demokrasi rakyat Kolaka Utara ini akhirnya mengukuhkan Rusda Mahmud dan Hj. ST Suhariah Muin SAg yang diusun oleh PNBK sebagai bupati dan wakil Bupati Pertama yang memetintah secara defenitif.
Kepala daerah dan wakil kepala daerah yang bertugas pada periode 2007/2012 inipun dilantik pada 19 juni 2007 oleh pelaksana tugas gubernur sultra Drs H. yusran Silondae MSi di ibu kota Kabupaten Kolaka Utara Lasusua



SEJARAH SINGKAT PEMEKARAN KABUPATEN KOLAKA UTARA
SEJARAH SINGKAT PEMEKARAN KABUPATEN KOLAKA UTARA

Post Top Ad

Responsive Ads Here